Selasa, 30 Maret 2010

Teori Belajar

Oleh: Sutarto (Nim 09709251030)

A.Teori Belajar Tingkah Laku
Teori Thorndike
Edward L Thorndike (1874-1949) mengemukakan hukum belajar yang dikenal law of effect. Belajar akan lebih berhasil bila respon siswa terhadap suatu stimulus segera diikuti dengan rasa senang atau kepuasan. Rasa senang atau kepuasan timbul sebagai akibat anak mendapat pujian atau ganjaran. Teori ini juga disebut koneksonisme, bahwa belajar merupakan proses pembentukan hubungan stimulus dan respon. Terdapat dalil atau hokum kesiapan, latihan, dan akibat.
Teori Skinner
Burhus Frederic Skinner menyatakan bahwa ganjaran atau penguatan menipunyai peranan yang amat penting dalam proses belajar. Terdapat perbedaan antara ganjaran dan penguatan. Ganjaran merupakan respon yang sifatnya menggembirakan dan merupakan tingkah laku yang sifatnya subjektif, sedangkan penguatan merupakan sesuatu yang mengakibatkan meningkatnya kemungkinan suatu respon dan lebih mengarah kepada hal-hal. yang sifatnya dapat diamati dan diukur. Dalarn teorinya Skinner menyatakan bahwa penguatan terdiri atas penguatan positif dan penguatan negatif. Penguatan dapat dianggap sebagai stimulus positif, jika penguatan tersebut seiring dengan meningkatnya perilaku anak dalam melakukan pengulangan perilakunya itu. Dalam hal ini penguatan yang diberikan pada anak memperkuat tindakan anak, sehingga anak semakin sering melakukannya.
Teori Asaubel
Teori ini terkenal dengan belajar bermaknanya dan pentingnya pengulangan sebelum belajar dimulai. Ia membedakan antara belajar menemukan dengan belajar menerima. Pada belajar menerima siswa hanya menerima, jadi tinggal menghafalkannya, tetapi pada belajar menemukan konsep ditemukan oleh siswa, jadi tidak menerima pelajaran begitu saja. Selain itu untuk dapat membedakan antara belajar menghafal dengan belajar bermakna. Pada belajar menghafal, siswa menghafal materi yang sudah diperolehnya, tetapi pada belajar bermakna materi yang telah dipero!eh itu dikembangkan dengan keadaan lain sehingga belajarnya lebih dimengerti.
Teori Gagne
Menurut Gagne, dalam belajar matematika ada dua objek yang dapat diperoieh siswa, yaitu objek langsung dan objek tak langsung. Objek tak Iangsung antara lain kemampuan rnenyelidiki dan memecahkan masalah, belajar mandiri, bersikap positif terhadap matematika, dan tahu bagaimana semestinya belajar. Sedangkan objek langsung berupa fakta, keterampilan, konsep, dan aturan.
Menurut Gagne, belajar dapat dikelompokkan menjadi 8 tipe belajar, yaitu belajar isyarat, stimulus espon, rangkaian gerak, rangkaian verbal, membedakan, pembntukan konsep, pembentukan aturan, dan pemecahan masalah. Kedelapan tipe belajar itu terurut menurut taraf kesukarannya dari belajar isyarat sampai ke belajar pemecahan masalah,
Teori Pavlov
Pavlov terkenal dengan teori beIajar klasik, Ia melakukan percobaan terhadap seekor anjing. Anjing itu dikurung, dalam suatu kandang dengan waktu tertentu dan diberi makan. Selanjutnya setiap akan diberi makan Pavlov membunyikan bel. Ia memperhatikan bahwa setiap dibunyikan bel pada jangka waktu tertentu anjing itu mengeluarkan air liur-nya, meskipun tidak diberi makanan.
Pavlov mengemukakan konsep pembiasaan (conditioning). Dalam hubungannya dengan kegiatan belajar mengajar, agar siswa helajar dengan baik maka harus dibiasakan. Misalnya, agar siswa nengerjakan soal Pekerjaan Rumah dengan baik, biasakanlah dengan memeriksanya, menjelaskannya, atau memberi nilai terhadap hasil pekerjaannya.
Teori Baruda
Baruda mengemukakan bahwa siswa belajar itu melalui meniru. Pengertian meniru di sini bukan berarti menyontek, tetapi meniru hal-hal yang dilakukan oleh orang lain, terutama guru. Jika tulisan guru baik, guru berbicara sopan santun dengan menggunakan hahasa yang baik dan benar, tingkah laku yang terpuji, menerangkan dengan jelas dan sistematik, maka siswa akan menirunya. Jika contoh-contoh yang dilihatnya kurang baik ia pun menirunya. Dengan demikian guru harus menjadi manusia model yang profesional.
B.Teori Belajar Kognitif
Teori Pieget

Berdasarkan hasil penelitiannya, Piaget mengemukakan bahwa ada empat tahap : perkembangan kognitif dari setiap individu yang berkembang secara kronologis menurut usia kalender) yaitu:
1.tahap Sensori Motor, dan lahir sampai.urnur sekitar 2 tahun,
2.tahap Pra Operasi, dan sekitar umur 2 tahun sampai dengan sekitar umur 7 tahun,
3.tahap Operasi Konkrit, dan sekitar umur 7 tahun sámpai dengan sekitar umur 11
tahun,
4.tahap Operasi Formal, dan sekitar umur 11 tahun dan seterusnya.
Teori Bruner
Jerome Bruner dalam teorinya menyatakan bahwa belajar matematika akan lebih berhasi jika proses pengajaran diarahkan kepada konsep-konsep dan struktur-struktur yang terbuat dalam pokok bahasan yang diajarkan, di samping hubungan yang terkait antara konsep-konsep dan struktur-struktur. Dengan mengenal konsep dan struktur yang tercakup dalam bahan yang sedang dibicarakan, anak akan memahami materi yang harus kuasainya itu. ini menunjukkan bahwa materi yang mempunyai suatu pola atau struktur tertentü akan lebih mudah dipahami dan diingat oleh anak. Bruner, melalui tèorinya itu, mengungkapkan bahwa dalam proses belajar anak sebaiknya diberi kesempatan untuk memanipulasi benda-benda (alat peraga). Bruner juga mengemukakan bahwa dalam proses belajarnya anak melewati tiga tahap yaitu tahap enaktif, tahap ikonik dan tahap simbolik.
Teori Gestalt
pelaksanaan kegiatan belajar mengajar yang diselenggarakan oleh guru harus memperhatikan hal-hal berikut: penyajian konsep harus lebih mengutamakan pengertian, pelaksanaan kegiatan belajar mengajar harus memperhatikan kesiapan intelektuai siswa, dan mengatur suasana kelas agar siswa siap belajar.
Teori Brownell
W. Brownell mengemukakan bahwa belajar matematika harus merupakan belajar bermakna dan belajar pengertian. Dia menegaskan bahwa belajar pada hakikatnya merupakan suatu proses yang bermakna. Bila kita perhatikan, teori yang dikernukakan Brownell ini sesuai dengan teori belajar-mengajar Gestalt, yang muncul di pertengahan tahun 1930. Menurut teori belajar-mengajar Gestalt, latihan hafal atau yang dikenal dengan sebutan drill adalah sangat penting dalam kegiatan pengajaran. Cara ini ditetapkan setelah tertanamnya pengertian.
Teori Dienes
Teori belajar mengajar matematika yang dikemukakan oleh Zoltan P. Dienes. Zoltan P. Dienes adalah seorang matematikawan yang memusatkan perhatiannya pada cara-cara pengajaran terhadap anak-anak. Dasar teorinya bertumpu pada teori Piaget, dan pengembangannya diorientasikan pada anak-anak, sedemikian rupa sehingga sistem yang dikembangkannya itu menarik bagi anak yang mempelajari maternatika. Dienes berpendapat bahwa pada dasarnya matematika dapat dianggap sebagai studi tentang struktur, memisah-misahkan hubungan-hubungan di antara strukturstruktur dan mengkategorikan hubungan-hubungan di antara struktur-struktur. Dienes mengemukakan bahwa tiáp-tiap konsep atau prinsip dalam matematika yang disajikan dalam bentuk yang konkret akan dapat dipahami dengan baik. ini mengandung arti bahwa benda-benda atau objek-objek dalam bentuk permainan akan sangat berperan bila dimanipulasi dengan baik dalam pengajaran matematika.

Selasa, 12 Januari 2010

Renungkanlah........

Renungkanlah.....
terkandang dalam hidup ini Ku harus tetap merenungi apa yang telah ku lakukan dan apa yang harus aku lakukan agar semuanya bisa berjalan dengan tidak satupun yang merasa tersakiti. apa yang bisa kulakukan jika diriku dipaksa untuk merenungkan susuatu hal yang ternyata setelah ku merenung aku tidak mengemis-mengemis untuk mengharapkan sesuatu, apakah aku yang salah merenung? entah kenapa aku dipaksa untuk merenung sementara dia mungkin tidak merenungkan hal itu, apakah dia yang salah merenung ataukah aku salah menyimpulkan sesuatu yang ada dihati dan pikiranku

Renungkanlah....
setelah engkau bisa mendaki puncak gunung ternyata dipuncak sana tidak hanya kesenangan yang bisa engkau dapatkan tetapi banyak rintangan yang akan engkau temui, puncak gunung itu bukanlah tujuan terakhir akan tetapi kebahagian hidup itulah tujuan akhir kita

Renungkanlah....
inginku berontak untuk menmbuat semuanya merenung dengan cara apapun tapi hatiku tidak bisa menerima hal itu

Renungkanlah....
kalaupun ku salah kusalah itu buka niatku dan aku tidak tahu hal itu dan tidak seharusnya aku disalahkan karena aku tidak tahu, dan engkau tau hal itu tapi mengapa engkau tidak tahu apa yang harus dilakukan

Renungkanlah....
jika yang engkau lihat angka yang begitu dekat dengan mu maka engkau tidak melihat sebuah masalah walaupun angka itu salah jika di operasi kan akan tetapi jika angka itu jauh dari mu walaupun tidak tahu salah toh akan dilihat masalah besar yang ada dalam angka itu

Renungkanlah....
setiap hal yang kita lakukan harus menyatu antara pikiran dan hati kita

Renungkanlah.....
dalam hidup ini mulailah lebih awal pada diri sendiri ...

Renungkanlah....
mudah-mudahan kita semua termasuk orang yang mampu mengintrospeksi diri untuk lebih baik dari sebelumnya,

Jumat, 01 Januari 2010

ARCHIMEDES (287-212 SM)

Oleh: Sutarto (09709251030)


“Beri saya tempat untuk berdiri dan saya akan mengangkat bumi”
(Archimedes)

Archimedes selain seorang filsuf di zaman Yunani Kuno dia jugas sebagai seorang matematikawan dan seorang fisikawan yang ikut perang. Umumnya dianggap sebagai matematikawan dan ilmuwan terbesar zaman dahulu dan salah satu dari tiga matematikawan terbesar sepanjang masa (bersama-sama dengan Isaac Newton (Inggris 1643-1727) dan Carl Friedrich Gauss (Jerman 1777-1855) (Rorres, 1995). Archimedes adalah orang yang mendasarkan penemuannya dengan eksperiman. Sehingga, ia dijuluki Bapak IPA Eksperimental (Ade, 2009).

A.Riwayat
Archimedes adalah seorang arsitokrat. Archimedes adalah anak astronom Pheidias yang lahir di Syracuse, koloni Yunani yang sekarang dikenal dengan nama Sisilia. Dia mempunyai hubungan keluarga dengan tiran (raja) Hieron II yang berkuasa di Syracuse pada jaman itu. Archimedes berteman dengan Gelon, anak Hieron II, dimana keduanya adalah matematikawan andalan raja. Membicarakan Archimedes tidaklah lengkap tanpa kisah insiden penemuannya saat dia mandi.
Saat itu dia menemukan bahwa hilangnya berat tubuh sama dengan berat air yang dipindahkan. Dia meloncat dari tempat mandi dan berlari terlanjang di jalanan Syracuse sambil berteriak “Eureka, eureka!” (saya sudah menemukan, saya sudah menemukan). Saat itulah Archimedes menemukan hukum pertama hidrostatik. Kisah di atas diawali oleh tukang emas yang tidak jujur dengan mencampurkan perak ke dalam mahkota pesanan Hieron. Hieron curiga dan menyuruh Archimedes untuk memecahkan problem tersebut atau melakukan pengujian tanpa merusak mahkota. Rupanya saat mandi tersebut, Archimedes memikirkan problem tersebut. Tentang nasib tukang emas itu sendiri tidak ada yang mengetahuinya.

B.Masa sekolah
Saat muda usia dia menuntut ilmu di Alexandria, Mesir. Pada saat itu dia menjalin persahabatan dengan dua orang “istimewa.” Teman pertama, Conon adalah matematikawan berbakat yang sangat dihormati Archimedes baik secara pribadi maupun intelektual. Teman kedua, Eratoshenes (273 – 192 SM) melakukan penghitungan diameter bumi pada tahun 230 SM. Dia menengarai bahwa kota Syene di Mesir terletak di equator, dimana matahari bersinar vertikal tepat di atas sumur pada hari pertama musim panas. Eratoshenes mengamati fenomena ini tidak dari rumahnya, dia menyimpulkan bahwa matahari tidak akan pernah mencapai zenith di atas rumahnya di Alexandria yang berjarak 7° dari Syene. Jarak Alexandria dan Syene adalah 7/360 atau 1/50 dari lingkaran bumi yang dianggap lingkaran penuh adalah 360°. Jarak antara Syene sampai Alexandria +/- 5000 stade. Dengan dasar itu dibut prakiraan bahwa diameter bumi berkisar: 50 x 5000 stade = 25.000 stade = 42.000 Km.Pengukuran tentang diameter bumi diketahui adalah 40.000 km. Ternyata, astronomer jaman kuno juga tidak kalah cerdasnya, dengan deviasi kurang dari 5%. Eratoshenes juga seorang matematikawan sekaligus astronom, meski mempunyai “kelainan” yaitu: suka bersolek. Dengan kedua teman ini, teristimewa Conon, Archimedes dapat berbagi pemikiran dan berdiskusi. Akhirnya, Conon meninggal dan surat menyurat antar keduanya digantikan oleh Dositheus, murid Conon.

Tahun 1906, J.L. Heiberg, membuat penemuan dramatis di Konstantinopel yaitu: “surat” Archimedes kepada Erastosthenes: Theorema mekanikal, suatu metode. Dalam suratnya ini, Archimedes mengukur berat, dalam imajinasi, guna menghitung luas atau mengetahui volume (isi) sesuatu yang tidak diketahui lewat sesuatu yang diketahui, dia merintis ilmu pengetahuan berdasar penggalian fakta; fakta ini digunakan sebagai pembanding untuk kemudian dibuktikan secara matematis.

Ada versi lain yang menyebut bahwa Archimedes diperkirakan berguru pada murid Euclid. Archimedes dapat disebut sebagai matematikawan sekaligus fisikawan pertama, dimana selain menemukan “mesin perang”, alat-alat mekanis serta pompa air untuk mengangkat air sungai Nil guna mengairi (irigasi) tanah-tanah di seluruh negeri.

C.Sifat eksentrik Archimedes
Dalam hal eksentrik Archimedes sering dibandingkan dengan Weierstrass (1815 – 1897). Menurut penuturan saudarinya, Weierstrass – pada waktu sekolah, tidak pernah diberi kepercayaan untuk memegang pinsil. Apabila memegang pinsil, maka dia akan menggambari apapun yang dianggapnya masih kosong. Dari wallpaper sampai balik kerah baju. Sebaliknya, Archimedes - belum mengenal kertas, selalu menggambar di pasir atau tanah yang lembek sebagai ganti fungsi “papan tulis.” Dia akan menggambar sesuka hatinya. Apabila duduk di dekat perapian, dia akan mengambil arang atau sisa pembakaran dan digunakan untuk menggambar.

Setelah mandi, biasanya dia akan melumuri seluruh tubuhnya dengan minyak zaitun, yang lazim dipakai pada jaman itu, dari pada mengenakan pakaian, dia akan menggambar diagram-diagram dengan menggunakan jari kuku dengan “papan tulis” adalah seluruh tubuhnya yang berminyak. Ada sifat yang lazim diidap oleh para matematikawan seperti: lupa makan. Sifat lupa makan Archimedes, saat menekuni problem matematika, ternyata diwariskannya kepada [Isaac] Newton dan [William Rowan] Hamilton.

D.Archimedes terlibat perang
Saat ini Romawi adalah kerajaan dengan banyak pejabatnya korup. Di Mediteranian, sekarang Tunisia, dan kota Carthage, muncul dan menjadi penguasa dengan koloni meliputi wilayah sepanjang pantai Afrika sampai Spanyol. Romawi merasa iri hati dan menyerbu. Dua kali serangan yang disebut dengan perang Punic, mampu menaklukkan Carthage. Tetapi tidak lama kemudian, Carthage mampu bangkit kembali, sehingga memaksa Romawi kembali melancarkan serangan, perang Punic ketiga. Kali ini, tentara Romawi tidak memberi ampun lagi. Begitu dapat menaklukkan, mereka menghancurkan kota dan membunuhi para penghuninya (146 SM).

Di atas adalah latar belakang terjadinya perang Punic. Selama perang Punic ini, Romawi mengirim pasukan di bawah komando Claudius Marcellus pada tahun 214 SM untuk menyerang Syracuse. Alasan utamanya adalah karena raja Syracuse menjalin hubungan dengan Carthage; alasan lain, tentara Romawi selalu dapat menaklukkan wilayah kecil dengan mudah. Tetapi saat ini mereka ketemu batunya.

Tentara Romawi menyerbu Syracuse dari segala penjuru, daratan dan lautan, terhadang oleh rekayasa sains; tidak canggih namun cerdik. Penduduk Syracuse sudah diajari bagaimana menggunakan tuas (lever) dan berbagai macam bentuk pelontar, dan mereka menerapkan kemampuan ini pada perang di darat maupun di laut. Tentara Romawi dipaksa mundur dan lari lintang-pukang di bawah hantaman “badai” batu dan panah yang dilontarkan oleh ketapel-ketapel buatan Archimedes. Belum lagi adanya serangan dari pelontar tali berisi peluru dan busur kecil (crossbow) yang menembakkan anak panah besi.

Serangan pasukan Romawi lewat laut, hasilnya tidak jauh berbeda, hampir semua armada kapal perang mereka hancur. Besi-besi besar dijatuhkan oleh pasukan Syracuse lewat derek (crane) yang dibangun, mampu menenggelamkan kapal-kapal Romawi. Derek lain digunakan mengangkat kapal-kapal Romawi dan pasukan-pasukan berebut menyelamatkan diri dengan terjun ke laut. Masih ditambah dengan cermin pembakar, maka lengkaplah “derita” kapal-kapal Romawi. Seorang tua menciptakan cermin heksagonal dan di sela-sela cermin berukuran proporsional tersebut dipasang empat cermin segi empat, digerakkan dengan besi yang dibentuk seperti engsel jaman modern, diarahkan ke matahari. Berkas sinar yang dipantulkan oleh cermin-cermin tersebut diarahkan ke kapal, menimbulkan api dan kapal terbakar. Pengoperasian cermin dilakukan dari ketinggian di tengah kota oleh seorang lelaki tua.
Siasat lain mulai dicari. Tentara Romawi mencoba membangun tembok di luar tembok kota, namun tidak pernah selesai dibangun. Muasalnya adalah derek dengan bandulan besi berputar mengelilingi kota Syracuse untuk menghancurkan tembok-tembok tersebut sekaligus menghalau pasukan Romawi yang akan maju.

Gagal dengan serangan frontal, Marcellus menggunakan cara lain. Saat penduduk Syracuse merayakan kemenangan, diselimuti oleh gelapnya malam, dikirimlah mata-mata (Buku legendaris “Seni Berperang” Sun Tzu – hidup 500 SM, tentang penggunaan mata-mata, bab 13, bab terakhir, barangkali mengilhami atau barangkali ide dari perang Troya dengan taktik kuda Troya) untuk menghancurkan “monster-monster” ciptaan Archimedes dan membuka pintu gerbang kota. Perang berlangsung selama 3 tahun, sebelum Romawi dapat mengalahkan si kecil cerdik, Syracuse.

E.Penemuan-penemuan Archimedes
Ia Mempelajari soal matematika, fisika dan mekanika serta menerapkan sebagian penemuannya pada usaha membuat alat-alat, ia membuat teori berdasarkan epiris- modern empiricsim- cara berpikir ilmu pengetahuan moderen. Hukum Archimedes “kehilangan berat suatu benda yang terendam air” (Salam, 2000) Minat Archimedes adalah matematika murni: bilangan, geometri, menghitung luas bentuk-bentuk geometri. Archimedes dikenal karena kehebatannya mengaplikasikan matematika. Kehebatan inilah yang akan diuraikan di bawah ini.

Ia Mempelajari soal matematika, fisika dan mekanika serta menerapkan sebagian penemuannya pada usaha membuat alat-alat, ia membuat teori berdasarkan epiris- modern empiricsim- cara berpikir ilmu pengetahuan moderen. Hukum Archimedes “kehilangan berat suatu benda yang terendam air” (Salam, 2000).

Archimedes berjasa menemukan ulir Archimedes, alat untuk mengangkat air dengan jalan memutar gagang alat ini dengan tangan. Penggunaan awal alat ini adalah untuk membuang air yang masuk ke dalam perahu atau kapal. Tapi dalam perkembangannya digunakan untuk memompa air dari dataran yang lebih rendah ke tanah yang lebi tinggi. Alat ini sampai sekarang masih dipakai oleh para petani di seluruh dunia.

Penggunaan cermin pembakar, memberi indikasi bahwa beberapa bentuk geometri sudah diketahui Archimedes, teristimewa bentuk hiperbola. Bentuk lingkaran, elips dan hiperbola terbentuk hanya bagaimana cara kita mengiris suatu bidang. Parabola adalah bentuk istimewa: dapat “mengambil” sinar matahari, dari arah manapun, dan difokuskan pada suatu titik, dan konsentrasikan semua energi cahaya pada bidang sempit untuk dipancarkan kembali dalam berkas sinar yang sangat panas.

Archimedes sudah mencoba menghitung luas parabola, elips, hiperbola dan menentukan titik pusat gravitasi pada setengah lingkaran dan lingkaran. Tidak diketahui secara pasti berapa banyak karya-karya Achimedes yang hilang atau belum ditemukan satu yang terpenting, Metode (The Method, sebagian besar sudah ditemukan pada tahun 1906), tapi karya lain termasuk: On Spiral, On the Measuremant of the Circle, Quadrature of the Parabola, on Conoids & Spheroids, on the Sphere & Cylinder, Books of Lemmas dll. tidak sesuai dengan segala sesuatu yang dihasilkan Archimedes pada jaman Romawi.
Pengukuran luas daerah yang dibatasi oleh garis lengkung . daerah-daerah dibagi dalam sejumlah segi empat, sampai ke segi empat yang paling kecil, sehingga perbedaan luas antara jumlah semua segi empat dengan lingkaran menjadi semakin kecil (luas lingkaran adalah limit dari luas semua segi empatnya)- methode of exhaustion (Salam, 2000).
Archimedes adalah orang pertama yang memberi metode menghitung besar ? (pi) dengan derajat akurasi yang tinggi. Menghitung besar ? dilakukan dengan cara membuat lingkaran diantara dua segi enam. Luas segi enam kecil < luas lingkaran < luas segi enam besar. Dengan memperbesar jumlah segi - Archimedes membuat 96 sisi, diperoleh besaran:
3 10/71 < Л < 3 1/7
3,14084 < Л < 3,14285)

Dalam menghitung ?, jaman modern, para matematikawan mengikuti jejak Archimedes. Sebagai contoh, pada abad 17, Ludolph van Ceulen dari Jerman, menggunakan segi 262. Upaya gigih guna mencari besaran ? ini dilakukannya sampai dia meninggal. Jadi tidaklah mengherankan, apabila orang Jerman – untuk menghormati jasa, pada nisan dipahat “Angka Ludolphian” yang berarti ? di Jerman.
Penggunaan tuas dalam perang dengan menciptakan crane, menunjuk bahwa Archimedes sudah memahami prinsip tuas, yaitu: dua benda yang mencapai keseimbangan berat pada suatu jarak tertentu memiliki besar yang proporsional secara timbal-balik.

F.Archimedes meninggal
Apabila pada tahun-tahun sebelumnya, penemuan-penemuan Archimedes selalu membuat pasukan Romawi frustrasi. Mereka tidak dapat menaklukan Syracuse untuk dijadikan koloni. Alat-alat mekanik ciptaan Archimedes selalu dapat mementahkan dan menghancurkan semua serangan mereka. Salah satu kisah menarik adalah tentang Archimedes dalam perang ini adalah menciptakan “cermin-cermin pembakar” yang mampu membakar kapal-kapal Romawi dari kejauhan. Tahun 212 SM, Syracuse akhirnya jatuh ke tangan Romawi, setelah terjadi penyusupan di malam hari.

Singkat kata, Marcellus dengan didampingi para prajuritnya mendatangi pencipta alat yang membuat semua petaka bagi tentara Romawi. Saat itu Archimedes sedang menggambar diagram di pasir. Pikiran dan matanya hanya terpusat pada diagram-diagram yang digambarnya. Tidak memperdulikan sekelilingnya. Marcellus dan prajurit pengikutnya diam mengamati sampai akhirnya seorang prajurit kehilangan kesabaran. Seorang prajurit Marcellus datang menghampiri dan memerintahkan agar Archimedes segera menghadap komandan mereka, namun dia tidak menuruti perintah dan baru akan menghadap setelah menyelesaikan problem dan memberikan pembuktiannya.
Kesabaran prajurit itu habis dan maju untuk menangkap Archimedes. “Jangan sentuh lingkaran-lingkaran yang saya buat!” adalah teriakan terakhir Archimedes ketika prajurit itu menginjak gambar diagram di atas pasir. Prajurit yang tidak diketahui namanya itu marah, menghunus pedang dan membunuh Archimedes yang sudah berusia 75 tahun.

G.Sumbangsih
Prinsip-prinsip fisika dan matematika diaplikasikan oleh Archimedes baik untuk tujuan “mulia” – pompa ulir, untuk mengangkat air dari tempat yang lebih rendah maupun untuk tujuan perang. Memang tidak dapat dihindari bahwa suatu penemuan biasanya akan dipicu oleh suatu kebutuhan mendesak. Cermin pembakar, derek (crane) untuk melontarkan panah dan batu atau menenggelamkan kapal adalah penguasaan fisika Archimedes yang dapat dikatakan luar biasa pada jamannya.

Kontribusi penghitungan Л (pi) dari Archimedes barangkali dapat disebut sebagai awal bagi para pengikut untuk meniru metode yang dipakai untuk menghitung luas lingkaran. Terus memperbanyak jumlah segi enam untuk menghitung besaran Л (pi) mengilhami para matematikawan berikutnya bahwa adanya suatu ketidakhinggaan - seperti paradoks Zeno, dimana hal ini mendorong penemuan kalkulus (Strathearn, 2004).


REFERENSI


Abdul Halim Fathhani, 2008. Ensiklopedia Matematika. Jogjakarta: Ar-Ruzz Media.

Ade. (27 Nopember 2009). Archimedes. Di ambil pada tanggal 25 Desember 2009, dari http://e-martschool.co.id/index2.php?option=com_content&do_pdf=1&id=299
Burhanuddin Salam, 2000. Sejarah Filsafat Ilmu dan Teknologi. Jakarta: Rineka Cipta

Chris Rorres. (Oktober 1995). Archimedes. Diambil pada tanggal 25 Desember 2009 dari http://www.cs.drexel.edu/~crorres/Archimedes/contents.html
Pault Strathern, 2004. Archimedes & Titik Tumpu. Jakarta: Erlangga

Senin, 28 Desember 2009

Ternyata, Panglima Itu Adalah Sebuah Kata

Oleh: Sutarto (09709251030)

Panglima adalah hulubalang (raja) pemimpin pasukan, pemimpin kesatuan tentara defisi (Soeharso dan Retnoningsih, 2009), sesuai dengan pengertian itu bahwa panglima itu adalah panglima TNI yang mempunya tugas Mempertahankan kedaulatan negara dan keutuhan wilayah, Melindungi kehormatan dan keselamatan bangsa, melaksanakan Operasi Militer selain perang, ikut serta secara aktif dalam tugas pemeliharaan perdamaian regional dan internasional (UU RI Nomor 3 tahun 2002 tentang tugas TNI). akan tetapi panglima tidak hanya berarti/bermakna itu kalau di ekstensikan luas seluas-luasnya dan di intensikan dalam sedalam-dalamnya.

Presiden dan pemimpin-pemimpin yang lain adalah panglima karena pemimpin-pemimpin itulah yang mengatur kehidupan rakyat dengan batasan-batasan tertentu. Tetapi harus diingat Hakekat seorang pemimpin adalah “khilafatunnubuwah” atau menggantikan posisi kenabian dalam menata dan mengatur urusan negara dan keduniaan (tadbiiru al-dunya) beserta urusan agama (khirasatu al-dien) (Mah'sum, 2009). Kewajiban terhadap pemimpin “Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul-Nya, dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (alQur’an) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.” (QS. an-Nisaa’ [4]: 59). “Dan barang siapa yang mematuhi pemimpin, maka berarti dia mematuhi aku, dan barang siapa yang mendurhakai pemimpin, maka berarti dia mendurhakai aku.”(HR. Bukhari dan Muslim). Tidak ada kewajiban untuk mentaati pemimpinyang mendurhakai Allah “Kewaji ban muslim kepada pemimpinnya adalah mendengar dan taat atas apa yang disukai dan yang tidak disukai. Kecuali jika dia perintah kepada kemaksiatan. Maka, jika dia diperintah kepada maksiat, janganlah didengar dan tidak pula ditaati.” (HR. Bukhari dan Muslim).“Tidak ada ketaatan kepada makhluk di dalam mendurhakai Allah al-Khaliq.” (al-H adits). Pada dasarnya menjadi seorang pemimpin adalah suatu yang sangat berat tangung jawabnya dan ingat pemimpin melayani bukan untuk dilayani.

Hukum adalah sebuah panglima karna hukum pada hakekatnya adalah panglima tertinggi yang tidak boleh dilanggar oleh siapapun juga, bahkan presiden sekalipun wajib dihukum bila melakukan pelanggaran hukum (Jsop, 2007). Dengan banyaknya kasus hukum yang terjadi saat ini mengindikasi kan bahwa hukum tidak lagi menjadi panglima tertinggi dimana hanya rakyat miskinlah yang tunduk pada hukum sementara yang lainnya tidak. Bahkan tindakan yang dinilai oleh masyarakat telah jelas melanggar aturan hukum sekalipun bisa menjadi tidak jelas penyelesaian secara hukum dengan cepat, selanjutnya membias dan raib entah bagaimana penyelesaiannya (Daldiri, 2009). Hal inilah yang membuat orang ragu akan hukum dan hal ini juga sejak lama orang mempunyai keraguan atas hukum yang dibuat manusia. Enam ratus tahun sebelum Masehi misalnya, Anarchasis menulis bahwa hukum seringkali berlaku sebagai sarang laba-laba, yang hanya menangkap the weak and the poor, but easily be broken by the mighty and rich..."

Ekonomi adalah sebuah panglima. Karena ekonomi lah yang membuat manusia bisa hitam dan bisa putih.. Banyak peristiwa-peristiwa yang terjadi yang terkait dengan ekonomi, misalnya rela mencuri, merampok demi memenuhi kebutuhan keluarga, bunuh diri karena banyak utang, penegak hukum yang mendapat keuntungan walaupun dengan cara yang tidak benar, penegak hukum yang justru turut melindungi (backing) bagi pelanggar hukum karena adanya suatu kompensasi atau keuntungan yang akan diperolehnya kelak (Daldiri, 2009) dll. Pada saat Soeharto menjadi Presiden ekonomi dijadikan sebagai panglima

Politik adalah sebuah panglima, karena dengan politik manusia bisa mendapat kekuasaan untuk mengatur kehidupan berbangsa dan bernegara. Akan tetapi jangan jadikan politik sebagai panglima (Asshiddiqie, 2009) untuk kepentingan pribadi dan golongan. Pada saat Soekarno menjadi Presiden politik dijadikan sebagai panglima.

Pendidikan adalah sebuah panglima karna dengan pendidikan kita bisa mendapatkan ilmu karena dengan ilmu manusia dapat mengetahui mana yang benar dan mana yang salah untuk mendapatkan kebahagiaan hidup dunia dan akhirat. Soekarno menitikberatkan politik daripada ekonomi, dan ketika Soeharto lebih memfokuskan pembangunan lebih kepada ekonomi daripada politik, maka kini, sudah saatnya pendidikan menjadi panglima pembangunan yang dapat meleburkan kepentingan politik dan ekonomi menjadi satuan yang tak terpisahkan dan saling menguatkan. (Azhari, 2009)

Ilmu adalah panglima untuk manusia karena dengan ilmu manusia dapat mengetahui mana yang benar dan mana yang salah untuk mendapatkan kebahagiaan hidup dunia dan akhirat……

Seorang ayah adalah panglima buat kelurganya, karena seorang ayah yang memimpin dan memberikan nafkah untuk keluarganya

Hati dan pikiran adalah panglima karena dengan hati dan pikiran itu akan menentukan karakter manusia.

Matematika adalah panglima karena matematika adalah ratunya ilmu dan sekaligus pelayannya (Suherman, dkk.2003).

Manusia adalah panglima karena sebagai makhluk ciptaan Tuhan manusisa mempunyai kewajiban dan tanggungjawab. Menurut Al-Banjari (2008) tugas dan tanggungjawab manusia adalah:
Memimpin dininya sendiri, keluarganya, lingkungan, dan alam untuk bersujud menghamba, bertasbth, bertahmid, bertahlil, dan bertakbir kepadaNya.

Mendidik dirinya sendiri, keluarganya, lingkungan, dan alam dengan balk dan benar, agar menjadi sumbet rahmat, ilham, hidayah, dan bukan sebaliknya menjadi sumber laknat, tipu daya, kesesatan, dan kehancuran.

menyembuhkan dininya sendiri, keluanganya, lingkungan, dan alam dan penyakit yang dapat menghancurkan mental, spiritual, dan moral ilahiah (akhlak ketuhanan).

Merawat, menjaga, dan mengawasi dirinya sendiri, keluarganya, lingkungan, dan alam dan gangguan, bisikan, rongrongan, serta tipu daya setan, jin dan iblis—baik dalam bentuk dan rupa aslinya, maupun menjelma sebagai manusia, hewan, tumbuhtumbuhan atau benda.

memimpin dirinya, keluarganya, lingkungannya, dan alam agar dapat berkembang, serta mem berdayakan mereka agar dapat mengembangkan kehidupan yang hidup, bermusyawarah, bermufakat, saling mendatangkan manfaat dan keseim— bangan.

Mendidik dirinya, keluarganya, lingkungannya, dan alam secara proporsional dan professional sehingga semuanya akan menjadi sumber energi kehidupan yang potensial di mana pun dan kapan pun.

menyembuhkan dan mencari solusi bagi dirinya, keluarganya, lingkungannya, dan alam dan berbagai problem dalam kehidupan bersama, baik yang telah, sedang, atau yang akan datang. Sehingga, ekosistem kehidupan akan senantiasa terpelihara dengan baik, benar, indah, dan harmonis.

melakukan pengawasa penjagaan, dan perawatan dan dan gangguan cerhadap ekosistem kehidupan yang cerjadj pada semua aspek kehidupan ancara manusia, alam dan lingkungan Akibat lemahnya masalali mi dan ridak ada atau berkurangnya kesadaran manusia, maka secara pasti kehancuran demi kehancuran akan datang ke hadapan mereka semua.

Rasulullah adalah sang panglima karena dengan perjuangan beliaulah kita bisa menikmati hidup seperti sekarang ini. Begitu lengkap peranan  Rosulullah Shalallahu Alaihi Wa Sallam di dalam kehidupan ini, maka sebagai seorang muslim, sebagai seorang Ayah, sebagai seorang Pedagang, sebagai seorang Pemimpin, sebagai seorang kepala Negara,sebagai seorang panglima…Rosulullah Shalallahu Alaihi Wa Sallam layak, sangatlah layak bahkan harus, di jadikan sebagai Qudwah atau Suri Tauladan dalam kehidupan. Berapa banyak orang-orang terkenal yang pernah lahir di dunia ini dan di jadikan sebagai panutan tetapi ada satu sisi yang tidak lengkap atau kurang dalam kehidupan atau dalam diri mereka. Mungkin mereka ayah yang baik, tapi belum tentu mereka pedagang. mungkin mereka adalah panglima, tapi belum tentu suami yang baik, mungkin mereka Kepala Negara, tapi mereka bukan Panglima yang baik, Dan mungkin-mungkin yang lain…

Allah SWT adalah Sang panglima tertinggi di antara panglima-panglima yang lain karena Allah lah yang menciptakan langit dan bumi beserta isinya, Allah lah yang mengatur kehidupan ini, Allah lah yang menciptakan manusia yang menjadi panglima-panglima didunia ini, Allah yang mengatur kehidupan di Dunia dan di Akhirat, Allah sang panglima tertinggi yang tidak mempunyai kekurangan sedikit pun dan Allah mempunyai kelebihan-kelebihan yang tak terbats, “dan pada setiap sesuatu mempunyai tanda kebesaran yang menunjukan bahwa dia adalah Yang Maha Esa” (Hamid, 2001)
Presiden dan pemimpin-pemimpin yang lain, Hukum, ekonomi, politik, pendidikan, ilmu, ayah, hati dan pikiran, matematika, manusia, Rasulullah, dan Allah SWT adalah Panglima yang mengatur dan menentukan kehidupan ini dan menjadi panglima-panglima sesuai dengan wilayah, tugas dan tanggung jawabnya. Mudah-mudahan panglima-panglima kita yang masih hidup di dunia ini tetap berlaku adil terhadap siapapun demi mendapat kebahagian hidup di Dunia dan di Akhirat. Amin…..., Panglima-panglima yang menentukan dan mengatur kehidupan, “Ternyata Panglima itu Adalah Sebuah Kata” (yang dimaksud adalah kata Panglima”



Referensi:

Anas Abdul Hamid Al Quz, 2001. Ibnu Qayyim Berbicara Tentang Manusia & Semesta. Jakarta: Pustaka Azzam

Daldiri, 2009. Untuk Apa Mentaati Hukum!. Di ambil pada tanggal 25 Desember 2009 dari http://analisadaily.com/index.php?option=com_content&view=article& id=37436:untuk-apa-mentaati-hukum--&catid=78:umum&Itemid=139

Erman Suherman, dkk, 2003. Common Text Book (Edisi Revisi) Strategi Pembelajaran Matematika Kontenporer. Jurusan Pendidikan Matemastika FPMIPA UPI.

Jimmly Asshiddiqie. (19 Nopember 2009). Jangan Jadikan Politik sebagai Panglima. Di ambil pada tanggal 25 Desember 2009 dari http://groups. yahoo.com/group/PAN/message/4846

Jsop, 2007. Hakekat. Di ambil pada tanggal 25 Desember 2009 dari http://jsop.net/ 2007/10/hakekat/

Muh Ivan Azhari, 2009. Pendidikan Sebagai Panglima Pembagunan. Diambil pada tanggal 25 Desember 2009 dari http://sosbud.kompasiana. com/ 2009/12/ 02/pendidikan-sebagai-panglima-pembangunan/.

Rahmat Ramadhana Al-Banjari (2008). Prophetic Leadership. Jogjakarta: DIVA Press
Soeharso dan Retnoningsih, 2009. Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Lux. Semarang, CV Widya Karya

Selasa, 08 Desember 2009

Ontologi, Epistimologi dan Aksiologi Diri Ku

Oleh : Sutarto (Nim 09709251030)

Diriku

Siapakah Diriku?
Ontologi Diriku
Engkau adalah keturunan dari nabi Adam AS yang diturunkan dari surga kedunia karna melanggar perintah Allah SWTdengan memakan buah Khuldi
Diriku
Siapakah Diriku?
Ontologi Diriku
Engkau yang asal mulanya adalah dari tanah dan dilahirkan dari air yang hina
Diriku
Siapakah Diriku?
Ontologi Diriku
Engkau yang diciptakan dari gumpalan tanah, yang tanah itu terdapat segala unsur yang baik, yang kotor, yang mudah, yang sedih, yang mulia dan yang hina.
Diriku
Siapakah Diriku?
Ontologi Diriku
Engkau adalah makhluk yang dimuliakan dengan akal ilmupengetahuan pemahaman keterangan dan berbicara
Diriku
Siapakah Diriku?
Ontologi Diriku
Engkau adalah mahkluk yang diberi keistimewaan karena memiliki rasa malu
Diriku
Siapakah Diriku?
Ontologi Diriku
Engkau adalah mahluk yang diberi keistimewaan dengan keterangan yaitu yang dibaca (Al Quran) dan yang di lihat (Alam Raya)
Diriku
Siapakah Diriku?
Ontologi Diriku
Engkau adalah mahluk yang memiliki kemampaun untuk belajar karena telah diberikan kepadannya sarana-sarana tertentu untuk belajar
Diriku
Siapakah Diriku?
Ontologi Diriku
Engkau adalah makluk yang memiliki kecendrungan dan tabi’at yang dapat membantu dalam melaksanakan kemaslahatan-kemaslahatannya
Diriku
Siapakah Diriku?
Ontologi Diriku
Engkau adalah makluk yang memiliki kekauatan, syahwat dan kemaluan
Diriku
Siapakah Diriku?
Ontologi Diriku
Engkau adalah makluk yang tidak akan terpisah dengan perintah-perintah Allah sampai menghadap-Nya
Diriku
Siapakah Diriku?
Ontologi Diriku
Engkau adalah makluk yang tidak diciptakan dengan sia-sia
Diriku
Siapakah Diriku?
Ontologi Diriku
Engkau adalah makluk yang memiliki keistimewaan dalam hal bentuk dan rupa
Diriku
Siapakah Diriku?
Ontologi Diriku
Engkau adalah makluk yang tidak terpisah-pisah, terdiri dari jiwa, akal dan jasmani.
Diriku
Siapakah Diriku?
Epistimologi Diriku
Engkau adalah seorang guru yang mendidik, mengajar, dan membimbimbing siswa
Diriku
Siapakah Diriku?
Epistimologi Diriku
Engkau adalah seorang guru di mana siswa menaruh harapan besar dipundakmu
Diriku
Siapakah Diriku?
Epistimologi Diriku
Engkau adalah seorang guru yang menentukan dimana siswa merasa senang /tidak
Diriku
Siapakah Diriku?
Epistimologi Diriku
Engkau adalah anak dari seorang Ibu, adik dari seorang kakak yang harus membahagiakan mereka
Diriku
Siapakah Diriku?
Epistimologi Diriku
Engkau adalah seorang teman, sahabat, pacar, musuh, bagi yang lain, yang harus mengarahkan mereka ke yang lebih baik
Diriku
Siapakah Diriku?
Epistimologi Diriku
Engkau adalah bagian dari masyarakat, rakyat, bangsa dan negara yang harus memberikan konstribusi yang positif untuk semuannya.
Diriku
Siapakah Diriku?
Epistimologi Diriku
Engkau adalah bagian dari dunia, alam beserta isinya, yang harus menjaga dan melestarikan
Diriku
Siapakah Diriku?
Epistimologi Diriku
Engkau adalah makluk ciptaan Tuhan yang harus menjalankan perintah dan menjauhi larangan-Nya
Diriku
Siapakah Diriku?
Aksiologi Diriku
Engkau adalah mahluk sosial dan makluk idividu yang harus memberikan manfaat pada diri sendiri,saudara, keluarga, masyarakat, bangsa dan negara agar semuanya mendapat kebahagian dunia dan akhirat.
Hati dan Pikiran Ku
Mudah-mudahan kita semua termasuk mahluk yang menyadari eksistensi diri kita untuk lebih meningkatkan keimanan dan ketakwaan terhadap Sang Pencipta, Amin…….

Benar atau Salah Yang Tertinggi atau Yang Terendah

Oleh: Sutarto (Nim 09709251030)

Benar atau salah yang tertinggi atau yang terendah merupakan dua hal yang saling bertolak belakang sama seperti kaya miskin, tua muda, hitam putih, atas bawah, utara selatan, timur barat dan lain-lain. Hal ini menunjukan salah satu kebesaran tuhan yang menciptakan sesuatu yang berpasang-pasangan atau bertolak belakang yang mempunyai makna-makna tersendiri.

Menurut Sharon Lamb, Ed. D ., pengajar psikologi di Faith Michael College , Vermont, anak mulai paham 'benar' dan 'salah' pada usia 18 bulan. Anak usia ini dapat melarang diri sendiri saat ingin melakukan hal-hal yang salah. Mereka juga kerap berpura-pura akan melakukan sesuatu untuk memastikan bahwa tindakannya dilarang. Misalnya, pura-pura akan memukul ibu, atau pura-pura akan melempar barang. Mulai umur 18 bulan manusia sudah paham tentang benar dan salah sebagai salah satu modal untuk menggapai kebahagiaan hidup dunia dan akhirat.

Dalam kehidupan ini tentunya kita sadar bahwa ada yang tertinggi dan ada pula yang terendah misalnya dalam suatu struktur organisai yang tertinggi adalah ketua sedangkan yang terendah adalah anggota. Dan juga kita sadar bahwa setinggi-tinggi nya ilmu, jabatan dll yang dimiliki oleh manusia didunia ini sesungguhnya tidak mampu mengalahkan tingginya ilmu, jabatan, dll yang dimiliki oleh Allah SWT. Jadi jelas Tuhan lah yang tertinggi bila di bandingkan dengan mahluk-mahluk lainnya.

Sebagai makhluk ciptaan tuhan kita harus menyadari bahwa kita rendah bila dibandingkan dengan Nya. Dan sebagai makhluk ciptaan Tuhan pula kita memliki hak dan kewajiban terhadap Nya, hak kita adalah mendapat kebahagian hidup dunia dan akhirat sedangkan kewajiban kita adalah melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya (bertaqwa). Untuk mendapatkan hak dan memenuhi kewajiban, manusia harus mampu membedakan mana yang benar dan mana yang salah agar kita bertaqwa.

Mudah-mudahan kita termasuk manusia yang merasa rendah bila dibandingkan dengan Allah SWT, dan mampu membedakan mana yang benar dan mana yang salah untuk mendapatkan kebahagiaan hidup dunia dan akhirat, Amin…

Senin, 07 Desember 2009

Matematika Menganyam Dunia

Oleh : Sutarto (Nim 09709251030)

Abraham S Lunchins dan Edith N Lunchins (1973): “In short, the question what is mathematics? May be answered difficulty depending on when the question is answered, where it is answered, who answer it, and what is regarded as being included in mathematics.” Singkatnya “Apakah matematika itu? Dapat dijawab secara berbeda-beda tergantung pada bilamana pertanyaan itu dijawab, dimana dijawab, siapa yang menjawab dan apasajakah yang dipandang dalam matematika.

Siswa
Apakah matematika itu?
Guru 1
Matematika adalah bahasa symbol
Siswa
Apakah matematika itu?
Guru 2
Matematika adalah bahasa numerik
Siswa
Apakah matematika itu?
Guru 3
Matematika adalah bahasa yang dapat menghilangkan sifat kabur, majemuk dan emosional
Siswa
Apakah matematika itu?
Guru 4
Matematika adalah metode berpikir logis
Siswa
Apakah matematika itu?
Guru 5
Matematika adalah sarana berpikir
Siswa
Apakah matematika itu?
Guru 6
Matematika adalah ratunya ilmu sekaligus pelayan ilmu-ilmu lain
Siswa
Apakah matematika itu?
Guru 7
Matematika adalah sains mengenai kuantitas dan besaran
Siswa
Apakah matematika itu?
Guru 8
Matematika adalah suatu sains yang bekerja menarik kesimpulan-kesimpulan yang perlu
Siswa
Apakah matematika itu?
Guru 9
Matematika adalah sains formal yang murni
Siswa
Apakah matematika itu?
Guru 10
Matematika adalah masa dewasa dari logika
Siswa
Apakah matematika itu?
Guru 11
Matematika adalah sains yang memanipulasi simbol
Siswa
Apakah matematika itu?
Guru 12
Matematika adalah ilmu tentang bilangan dan ruang
Siswa
Apakah matematika itu?
Guru 13
Matematika adalah ilmu yang mempelajari hubungan pola, bentuk dan struktur
Siswa
Apakah matematika itu?
Guru 14
Matematika adalah ilmu yang abstrak dan deduktif
Siswa
Apakah matematika itu?
Guru 15
Matematika adalah aktivitas manusia
Siswa
Apakah matematika itu?
Guru 16
Matematika adalah bahasa internasional
Siswa
Apakah matematika itu?
Guru 17
Matematika adalah suatu seni dan suatu alat
Siswa
Apakah matematika itu?
Guru 18
Matematika adalah istilah mathematics (Inggris), mathematic (Jerman), mathematique (Perancis), matematico (Itali), matematiceski (Rusia), atau mathematick/wiskunde (Belanda) berasal dari perkataan latin mathematica yang mulanya diambil dari bahasa Yunani mathematike yang artinya “relating to learning” mempunya kata dasar mathema yang artinya pengetahuan.
Siswa
Apakah matematika itu?
Hati dan Pikiran
Matematika itu, kapan, dimana, dan bagaimanapun selalu berlaku sama di Dunia ini
Siswa
Kenapa jawaban Guru 1 sampai Guru 18 tentang apakah matematika itu berbeda?
Hati dan Pikiran
Rambut boleh sama hitam, lain orang lain pula pendampatnya. Kita tidak boleh menyalahkan pendapat-pendapat itu karena memang ada benarnya. Gajah seperti tiang listrik ada benarnya tetapi hanya untuk kakinya, gajah seperti tali ada benarnya tetapi hanya untuk ekornya, gajah seperti pipa ada benarnya tapi hanya untuk ekornya, gajah seperti pipa ada benarnya tapi hanya untuk belalainya, gajah seperti nampan/baki ada benarnya tapi hanya untuk telinganya yang lebar. Begitu pendapat orang buta mengenai gajah.

Mudah-mudahan ini bermanfaat buat kita semua, Amin….