Selasa, 08 Desember 2009

Benar atau Salah Yang Tertinggi atau Yang Terendah

Oleh: Sutarto (Nim 09709251030)

Benar atau salah yang tertinggi atau yang terendah merupakan dua hal yang saling bertolak belakang sama seperti kaya miskin, tua muda, hitam putih, atas bawah, utara selatan, timur barat dan lain-lain. Hal ini menunjukan salah satu kebesaran tuhan yang menciptakan sesuatu yang berpasang-pasangan atau bertolak belakang yang mempunyai makna-makna tersendiri.

Menurut Sharon Lamb, Ed. D ., pengajar psikologi di Faith Michael College , Vermont, anak mulai paham 'benar' dan 'salah' pada usia 18 bulan. Anak usia ini dapat melarang diri sendiri saat ingin melakukan hal-hal yang salah. Mereka juga kerap berpura-pura akan melakukan sesuatu untuk memastikan bahwa tindakannya dilarang. Misalnya, pura-pura akan memukul ibu, atau pura-pura akan melempar barang. Mulai umur 18 bulan manusia sudah paham tentang benar dan salah sebagai salah satu modal untuk menggapai kebahagiaan hidup dunia dan akhirat.

Dalam kehidupan ini tentunya kita sadar bahwa ada yang tertinggi dan ada pula yang terendah misalnya dalam suatu struktur organisai yang tertinggi adalah ketua sedangkan yang terendah adalah anggota. Dan juga kita sadar bahwa setinggi-tinggi nya ilmu, jabatan dll yang dimiliki oleh manusia didunia ini sesungguhnya tidak mampu mengalahkan tingginya ilmu, jabatan, dll yang dimiliki oleh Allah SWT. Jadi jelas Tuhan lah yang tertinggi bila di bandingkan dengan mahluk-mahluk lainnya.

Sebagai makhluk ciptaan tuhan kita harus menyadari bahwa kita rendah bila dibandingkan dengan Nya. Dan sebagai makhluk ciptaan Tuhan pula kita memliki hak dan kewajiban terhadap Nya, hak kita adalah mendapat kebahagian hidup dunia dan akhirat sedangkan kewajiban kita adalah melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya (bertaqwa). Untuk mendapatkan hak dan memenuhi kewajiban, manusia harus mampu membedakan mana yang benar dan mana yang salah agar kita bertaqwa.

Mudah-mudahan kita termasuk manusia yang merasa rendah bila dibandingkan dengan Allah SWT, dan mampu membedakan mana yang benar dan mana yang salah untuk mendapatkan kebahagiaan hidup dunia dan akhirat, Amin…

2 komentar:

  1. Ass..apakah engkau bisa memikirkan benar formal dan benar normatif? Salah formal dan salah normatif? Salah material atau benar material? Salah atau benar spiritual?

    BalasHapus
  2. Walkm....benar/salah formal dan normatif, benar/salah material dan spritual menurut saya bisa dipikirkan akan tetapi tergantung pada siapa yang memikirkan

    BalasHapus