Senin, 28 Desember 2009

Ternyata, Panglima Itu Adalah Sebuah Kata

Oleh: Sutarto (09709251030)

Panglima adalah hulubalang (raja) pemimpin pasukan, pemimpin kesatuan tentara defisi (Soeharso dan Retnoningsih, 2009), sesuai dengan pengertian itu bahwa panglima itu adalah panglima TNI yang mempunya tugas Mempertahankan kedaulatan negara dan keutuhan wilayah, Melindungi kehormatan dan keselamatan bangsa, melaksanakan Operasi Militer selain perang, ikut serta secara aktif dalam tugas pemeliharaan perdamaian regional dan internasional (UU RI Nomor 3 tahun 2002 tentang tugas TNI). akan tetapi panglima tidak hanya berarti/bermakna itu kalau di ekstensikan luas seluas-luasnya dan di intensikan dalam sedalam-dalamnya.

Presiden dan pemimpin-pemimpin yang lain adalah panglima karena pemimpin-pemimpin itulah yang mengatur kehidupan rakyat dengan batasan-batasan tertentu. Tetapi harus diingat Hakekat seorang pemimpin adalah “khilafatunnubuwah” atau menggantikan posisi kenabian dalam menata dan mengatur urusan negara dan keduniaan (tadbiiru al-dunya) beserta urusan agama (khirasatu al-dien) (Mah'sum, 2009). Kewajiban terhadap pemimpin “Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul-Nya, dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (alQur’an) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.” (QS. an-Nisaa’ [4]: 59). “Dan barang siapa yang mematuhi pemimpin, maka berarti dia mematuhi aku, dan barang siapa yang mendurhakai pemimpin, maka berarti dia mendurhakai aku.”(HR. Bukhari dan Muslim). Tidak ada kewajiban untuk mentaati pemimpinyang mendurhakai Allah “Kewaji ban muslim kepada pemimpinnya adalah mendengar dan taat atas apa yang disukai dan yang tidak disukai. Kecuali jika dia perintah kepada kemaksiatan. Maka, jika dia diperintah kepada maksiat, janganlah didengar dan tidak pula ditaati.” (HR. Bukhari dan Muslim).“Tidak ada ketaatan kepada makhluk di dalam mendurhakai Allah al-Khaliq.” (al-H adits). Pada dasarnya menjadi seorang pemimpin adalah suatu yang sangat berat tangung jawabnya dan ingat pemimpin melayani bukan untuk dilayani.

Hukum adalah sebuah panglima karna hukum pada hakekatnya adalah panglima tertinggi yang tidak boleh dilanggar oleh siapapun juga, bahkan presiden sekalipun wajib dihukum bila melakukan pelanggaran hukum (Jsop, 2007). Dengan banyaknya kasus hukum yang terjadi saat ini mengindikasi kan bahwa hukum tidak lagi menjadi panglima tertinggi dimana hanya rakyat miskinlah yang tunduk pada hukum sementara yang lainnya tidak. Bahkan tindakan yang dinilai oleh masyarakat telah jelas melanggar aturan hukum sekalipun bisa menjadi tidak jelas penyelesaian secara hukum dengan cepat, selanjutnya membias dan raib entah bagaimana penyelesaiannya (Daldiri, 2009). Hal inilah yang membuat orang ragu akan hukum dan hal ini juga sejak lama orang mempunyai keraguan atas hukum yang dibuat manusia. Enam ratus tahun sebelum Masehi misalnya, Anarchasis menulis bahwa hukum seringkali berlaku sebagai sarang laba-laba, yang hanya menangkap the weak and the poor, but easily be broken by the mighty and rich..."

Ekonomi adalah sebuah panglima. Karena ekonomi lah yang membuat manusia bisa hitam dan bisa putih.. Banyak peristiwa-peristiwa yang terjadi yang terkait dengan ekonomi, misalnya rela mencuri, merampok demi memenuhi kebutuhan keluarga, bunuh diri karena banyak utang, penegak hukum yang mendapat keuntungan walaupun dengan cara yang tidak benar, penegak hukum yang justru turut melindungi (backing) bagi pelanggar hukum karena adanya suatu kompensasi atau keuntungan yang akan diperolehnya kelak (Daldiri, 2009) dll. Pada saat Soeharto menjadi Presiden ekonomi dijadikan sebagai panglima

Politik adalah sebuah panglima, karena dengan politik manusia bisa mendapat kekuasaan untuk mengatur kehidupan berbangsa dan bernegara. Akan tetapi jangan jadikan politik sebagai panglima (Asshiddiqie, 2009) untuk kepentingan pribadi dan golongan. Pada saat Soekarno menjadi Presiden politik dijadikan sebagai panglima.

Pendidikan adalah sebuah panglima karna dengan pendidikan kita bisa mendapatkan ilmu karena dengan ilmu manusia dapat mengetahui mana yang benar dan mana yang salah untuk mendapatkan kebahagiaan hidup dunia dan akhirat. Soekarno menitikberatkan politik daripada ekonomi, dan ketika Soeharto lebih memfokuskan pembangunan lebih kepada ekonomi daripada politik, maka kini, sudah saatnya pendidikan menjadi panglima pembangunan yang dapat meleburkan kepentingan politik dan ekonomi menjadi satuan yang tak terpisahkan dan saling menguatkan. (Azhari, 2009)

Ilmu adalah panglima untuk manusia karena dengan ilmu manusia dapat mengetahui mana yang benar dan mana yang salah untuk mendapatkan kebahagiaan hidup dunia dan akhirat……

Seorang ayah adalah panglima buat kelurganya, karena seorang ayah yang memimpin dan memberikan nafkah untuk keluarganya

Hati dan pikiran adalah panglima karena dengan hati dan pikiran itu akan menentukan karakter manusia.

Matematika adalah panglima karena matematika adalah ratunya ilmu dan sekaligus pelayannya (Suherman, dkk.2003).

Manusia adalah panglima karena sebagai makhluk ciptaan Tuhan manusisa mempunyai kewajiban dan tanggungjawab. Menurut Al-Banjari (2008) tugas dan tanggungjawab manusia adalah:
Memimpin dininya sendiri, keluarganya, lingkungan, dan alam untuk bersujud menghamba, bertasbth, bertahmid, bertahlil, dan bertakbir kepadaNya.

Mendidik dirinya sendiri, keluarganya, lingkungan, dan alam dengan balk dan benar, agar menjadi sumbet rahmat, ilham, hidayah, dan bukan sebaliknya menjadi sumber laknat, tipu daya, kesesatan, dan kehancuran.

menyembuhkan dininya sendiri, keluanganya, lingkungan, dan alam dan penyakit yang dapat menghancurkan mental, spiritual, dan moral ilahiah (akhlak ketuhanan).

Merawat, menjaga, dan mengawasi dirinya sendiri, keluarganya, lingkungan, dan alam dan gangguan, bisikan, rongrongan, serta tipu daya setan, jin dan iblis—baik dalam bentuk dan rupa aslinya, maupun menjelma sebagai manusia, hewan, tumbuhtumbuhan atau benda.

memimpin dirinya, keluarganya, lingkungannya, dan alam agar dapat berkembang, serta mem berdayakan mereka agar dapat mengembangkan kehidupan yang hidup, bermusyawarah, bermufakat, saling mendatangkan manfaat dan keseim— bangan.

Mendidik dirinya, keluarganya, lingkungannya, dan alam secara proporsional dan professional sehingga semuanya akan menjadi sumber energi kehidupan yang potensial di mana pun dan kapan pun.

menyembuhkan dan mencari solusi bagi dirinya, keluarganya, lingkungannya, dan alam dan berbagai problem dalam kehidupan bersama, baik yang telah, sedang, atau yang akan datang. Sehingga, ekosistem kehidupan akan senantiasa terpelihara dengan baik, benar, indah, dan harmonis.

melakukan pengawasa penjagaan, dan perawatan dan dan gangguan cerhadap ekosistem kehidupan yang cerjadj pada semua aspek kehidupan ancara manusia, alam dan lingkungan Akibat lemahnya masalali mi dan ridak ada atau berkurangnya kesadaran manusia, maka secara pasti kehancuran demi kehancuran akan datang ke hadapan mereka semua.

Rasulullah adalah sang panglima karena dengan perjuangan beliaulah kita bisa menikmati hidup seperti sekarang ini. Begitu lengkap peranan  Rosulullah Shalallahu Alaihi Wa Sallam di dalam kehidupan ini, maka sebagai seorang muslim, sebagai seorang Ayah, sebagai seorang Pedagang, sebagai seorang Pemimpin, sebagai seorang kepala Negara,sebagai seorang panglima…Rosulullah Shalallahu Alaihi Wa Sallam layak, sangatlah layak bahkan harus, di jadikan sebagai Qudwah atau Suri Tauladan dalam kehidupan. Berapa banyak orang-orang terkenal yang pernah lahir di dunia ini dan di jadikan sebagai panutan tetapi ada satu sisi yang tidak lengkap atau kurang dalam kehidupan atau dalam diri mereka. Mungkin mereka ayah yang baik, tapi belum tentu mereka pedagang. mungkin mereka adalah panglima, tapi belum tentu suami yang baik, mungkin mereka Kepala Negara, tapi mereka bukan Panglima yang baik, Dan mungkin-mungkin yang lain…

Allah SWT adalah Sang panglima tertinggi di antara panglima-panglima yang lain karena Allah lah yang menciptakan langit dan bumi beserta isinya, Allah lah yang mengatur kehidupan ini, Allah lah yang menciptakan manusia yang menjadi panglima-panglima didunia ini, Allah yang mengatur kehidupan di Dunia dan di Akhirat, Allah sang panglima tertinggi yang tidak mempunyai kekurangan sedikit pun dan Allah mempunyai kelebihan-kelebihan yang tak terbats, “dan pada setiap sesuatu mempunyai tanda kebesaran yang menunjukan bahwa dia adalah Yang Maha Esa” (Hamid, 2001)
Presiden dan pemimpin-pemimpin yang lain, Hukum, ekonomi, politik, pendidikan, ilmu, ayah, hati dan pikiran, matematika, manusia, Rasulullah, dan Allah SWT adalah Panglima yang mengatur dan menentukan kehidupan ini dan menjadi panglima-panglima sesuai dengan wilayah, tugas dan tanggung jawabnya. Mudah-mudahan panglima-panglima kita yang masih hidup di dunia ini tetap berlaku adil terhadap siapapun demi mendapat kebahagian hidup di Dunia dan di Akhirat. Amin…..., Panglima-panglima yang menentukan dan mengatur kehidupan, “Ternyata Panglima itu Adalah Sebuah Kata” (yang dimaksud adalah kata Panglima”



Referensi:

Anas Abdul Hamid Al Quz, 2001. Ibnu Qayyim Berbicara Tentang Manusia & Semesta. Jakarta: Pustaka Azzam

Daldiri, 2009. Untuk Apa Mentaati Hukum!. Di ambil pada tanggal 25 Desember 2009 dari http://analisadaily.com/index.php?option=com_content&view=article& id=37436:untuk-apa-mentaati-hukum--&catid=78:umum&Itemid=139

Erman Suherman, dkk, 2003. Common Text Book (Edisi Revisi) Strategi Pembelajaran Matematika Kontenporer. Jurusan Pendidikan Matemastika FPMIPA UPI.

Jimmly Asshiddiqie. (19 Nopember 2009). Jangan Jadikan Politik sebagai Panglima. Di ambil pada tanggal 25 Desember 2009 dari http://groups. yahoo.com/group/PAN/message/4846

Jsop, 2007. Hakekat. Di ambil pada tanggal 25 Desember 2009 dari http://jsop.net/ 2007/10/hakekat/

Muh Ivan Azhari, 2009. Pendidikan Sebagai Panglima Pembagunan. Diambil pada tanggal 25 Desember 2009 dari http://sosbud.kompasiana. com/ 2009/12/ 02/pendidikan-sebagai-panglima-pembangunan/.

Rahmat Ramadhana Al-Banjari (2008). Prophetic Leadership. Jogjakarta: DIVA Press
Soeharso dan Retnoningsih, 2009. Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Lux. Semarang, CV Widya Karya

Selasa, 08 Desember 2009

Ontologi, Epistimologi dan Aksiologi Diri Ku

Oleh : Sutarto (Nim 09709251030)

Diriku

Siapakah Diriku?
Ontologi Diriku
Engkau adalah keturunan dari nabi Adam AS yang diturunkan dari surga kedunia karna melanggar perintah Allah SWTdengan memakan buah Khuldi
Diriku
Siapakah Diriku?
Ontologi Diriku
Engkau yang asal mulanya adalah dari tanah dan dilahirkan dari air yang hina
Diriku
Siapakah Diriku?
Ontologi Diriku
Engkau yang diciptakan dari gumpalan tanah, yang tanah itu terdapat segala unsur yang baik, yang kotor, yang mudah, yang sedih, yang mulia dan yang hina.
Diriku
Siapakah Diriku?
Ontologi Diriku
Engkau adalah makhluk yang dimuliakan dengan akal ilmupengetahuan pemahaman keterangan dan berbicara
Diriku
Siapakah Diriku?
Ontologi Diriku
Engkau adalah mahkluk yang diberi keistimewaan karena memiliki rasa malu
Diriku
Siapakah Diriku?
Ontologi Diriku
Engkau adalah mahluk yang diberi keistimewaan dengan keterangan yaitu yang dibaca (Al Quran) dan yang di lihat (Alam Raya)
Diriku
Siapakah Diriku?
Ontologi Diriku
Engkau adalah mahluk yang memiliki kemampaun untuk belajar karena telah diberikan kepadannya sarana-sarana tertentu untuk belajar
Diriku
Siapakah Diriku?
Ontologi Diriku
Engkau adalah makluk yang memiliki kecendrungan dan tabi’at yang dapat membantu dalam melaksanakan kemaslahatan-kemaslahatannya
Diriku
Siapakah Diriku?
Ontologi Diriku
Engkau adalah makluk yang memiliki kekauatan, syahwat dan kemaluan
Diriku
Siapakah Diriku?
Ontologi Diriku
Engkau adalah makluk yang tidak akan terpisah dengan perintah-perintah Allah sampai menghadap-Nya
Diriku
Siapakah Diriku?
Ontologi Diriku
Engkau adalah makluk yang tidak diciptakan dengan sia-sia
Diriku
Siapakah Diriku?
Ontologi Diriku
Engkau adalah makluk yang memiliki keistimewaan dalam hal bentuk dan rupa
Diriku
Siapakah Diriku?
Ontologi Diriku
Engkau adalah makluk yang tidak terpisah-pisah, terdiri dari jiwa, akal dan jasmani.
Diriku
Siapakah Diriku?
Epistimologi Diriku
Engkau adalah seorang guru yang mendidik, mengajar, dan membimbimbing siswa
Diriku
Siapakah Diriku?
Epistimologi Diriku
Engkau adalah seorang guru di mana siswa menaruh harapan besar dipundakmu
Diriku
Siapakah Diriku?
Epistimologi Diriku
Engkau adalah seorang guru yang menentukan dimana siswa merasa senang /tidak
Diriku
Siapakah Diriku?
Epistimologi Diriku
Engkau adalah anak dari seorang Ibu, adik dari seorang kakak yang harus membahagiakan mereka
Diriku
Siapakah Diriku?
Epistimologi Diriku
Engkau adalah seorang teman, sahabat, pacar, musuh, bagi yang lain, yang harus mengarahkan mereka ke yang lebih baik
Diriku
Siapakah Diriku?
Epistimologi Diriku
Engkau adalah bagian dari masyarakat, rakyat, bangsa dan negara yang harus memberikan konstribusi yang positif untuk semuannya.
Diriku
Siapakah Diriku?
Epistimologi Diriku
Engkau adalah bagian dari dunia, alam beserta isinya, yang harus menjaga dan melestarikan
Diriku
Siapakah Diriku?
Epistimologi Diriku
Engkau adalah makluk ciptaan Tuhan yang harus menjalankan perintah dan menjauhi larangan-Nya
Diriku
Siapakah Diriku?
Aksiologi Diriku
Engkau adalah mahluk sosial dan makluk idividu yang harus memberikan manfaat pada diri sendiri,saudara, keluarga, masyarakat, bangsa dan negara agar semuanya mendapat kebahagian dunia dan akhirat.
Hati dan Pikiran Ku
Mudah-mudahan kita semua termasuk mahluk yang menyadari eksistensi diri kita untuk lebih meningkatkan keimanan dan ketakwaan terhadap Sang Pencipta, Amin…….

Benar atau Salah Yang Tertinggi atau Yang Terendah

Oleh: Sutarto (Nim 09709251030)

Benar atau salah yang tertinggi atau yang terendah merupakan dua hal yang saling bertolak belakang sama seperti kaya miskin, tua muda, hitam putih, atas bawah, utara selatan, timur barat dan lain-lain. Hal ini menunjukan salah satu kebesaran tuhan yang menciptakan sesuatu yang berpasang-pasangan atau bertolak belakang yang mempunyai makna-makna tersendiri.

Menurut Sharon Lamb, Ed. D ., pengajar psikologi di Faith Michael College , Vermont, anak mulai paham 'benar' dan 'salah' pada usia 18 bulan. Anak usia ini dapat melarang diri sendiri saat ingin melakukan hal-hal yang salah. Mereka juga kerap berpura-pura akan melakukan sesuatu untuk memastikan bahwa tindakannya dilarang. Misalnya, pura-pura akan memukul ibu, atau pura-pura akan melempar barang. Mulai umur 18 bulan manusia sudah paham tentang benar dan salah sebagai salah satu modal untuk menggapai kebahagiaan hidup dunia dan akhirat.

Dalam kehidupan ini tentunya kita sadar bahwa ada yang tertinggi dan ada pula yang terendah misalnya dalam suatu struktur organisai yang tertinggi adalah ketua sedangkan yang terendah adalah anggota. Dan juga kita sadar bahwa setinggi-tinggi nya ilmu, jabatan dll yang dimiliki oleh manusia didunia ini sesungguhnya tidak mampu mengalahkan tingginya ilmu, jabatan, dll yang dimiliki oleh Allah SWT. Jadi jelas Tuhan lah yang tertinggi bila di bandingkan dengan mahluk-mahluk lainnya.

Sebagai makhluk ciptaan tuhan kita harus menyadari bahwa kita rendah bila dibandingkan dengan Nya. Dan sebagai makhluk ciptaan Tuhan pula kita memliki hak dan kewajiban terhadap Nya, hak kita adalah mendapat kebahagian hidup dunia dan akhirat sedangkan kewajiban kita adalah melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya (bertaqwa). Untuk mendapatkan hak dan memenuhi kewajiban, manusia harus mampu membedakan mana yang benar dan mana yang salah agar kita bertaqwa.

Mudah-mudahan kita termasuk manusia yang merasa rendah bila dibandingkan dengan Allah SWT, dan mampu membedakan mana yang benar dan mana yang salah untuk mendapatkan kebahagiaan hidup dunia dan akhirat, Amin…

Senin, 07 Desember 2009

Matematika Menganyam Dunia

Oleh : Sutarto (Nim 09709251030)

Abraham S Lunchins dan Edith N Lunchins (1973): “In short, the question what is mathematics? May be answered difficulty depending on when the question is answered, where it is answered, who answer it, and what is regarded as being included in mathematics.” Singkatnya “Apakah matematika itu? Dapat dijawab secara berbeda-beda tergantung pada bilamana pertanyaan itu dijawab, dimana dijawab, siapa yang menjawab dan apasajakah yang dipandang dalam matematika.

Siswa
Apakah matematika itu?
Guru 1
Matematika adalah bahasa symbol
Siswa
Apakah matematika itu?
Guru 2
Matematika adalah bahasa numerik
Siswa
Apakah matematika itu?
Guru 3
Matematika adalah bahasa yang dapat menghilangkan sifat kabur, majemuk dan emosional
Siswa
Apakah matematika itu?
Guru 4
Matematika adalah metode berpikir logis
Siswa
Apakah matematika itu?
Guru 5
Matematika adalah sarana berpikir
Siswa
Apakah matematika itu?
Guru 6
Matematika adalah ratunya ilmu sekaligus pelayan ilmu-ilmu lain
Siswa
Apakah matematika itu?
Guru 7
Matematika adalah sains mengenai kuantitas dan besaran
Siswa
Apakah matematika itu?
Guru 8
Matematika adalah suatu sains yang bekerja menarik kesimpulan-kesimpulan yang perlu
Siswa
Apakah matematika itu?
Guru 9
Matematika adalah sains formal yang murni
Siswa
Apakah matematika itu?
Guru 10
Matematika adalah masa dewasa dari logika
Siswa
Apakah matematika itu?
Guru 11
Matematika adalah sains yang memanipulasi simbol
Siswa
Apakah matematika itu?
Guru 12
Matematika adalah ilmu tentang bilangan dan ruang
Siswa
Apakah matematika itu?
Guru 13
Matematika adalah ilmu yang mempelajari hubungan pola, bentuk dan struktur
Siswa
Apakah matematika itu?
Guru 14
Matematika adalah ilmu yang abstrak dan deduktif
Siswa
Apakah matematika itu?
Guru 15
Matematika adalah aktivitas manusia
Siswa
Apakah matematika itu?
Guru 16
Matematika adalah bahasa internasional
Siswa
Apakah matematika itu?
Guru 17
Matematika adalah suatu seni dan suatu alat
Siswa
Apakah matematika itu?
Guru 18
Matematika adalah istilah mathematics (Inggris), mathematic (Jerman), mathematique (Perancis), matematico (Itali), matematiceski (Rusia), atau mathematick/wiskunde (Belanda) berasal dari perkataan latin mathematica yang mulanya diambil dari bahasa Yunani mathematike yang artinya “relating to learning” mempunya kata dasar mathema yang artinya pengetahuan.
Siswa
Apakah matematika itu?
Hati dan Pikiran
Matematika itu, kapan, dimana, dan bagaimanapun selalu berlaku sama di Dunia ini
Siswa
Kenapa jawaban Guru 1 sampai Guru 18 tentang apakah matematika itu berbeda?
Hati dan Pikiran
Rambut boleh sama hitam, lain orang lain pula pendampatnya. Kita tidak boleh menyalahkan pendapat-pendapat itu karena memang ada benarnya. Gajah seperti tiang listrik ada benarnya tetapi hanya untuk kakinya, gajah seperti tali ada benarnya tetapi hanya untuk ekornya, gajah seperti pipa ada benarnya tapi hanya untuk ekornya, gajah seperti pipa ada benarnya tapi hanya untuk belalainya, gajah seperti nampan/baki ada benarnya tapi hanya untuk telinganya yang lebar. Begitu pendapat orang buta mengenai gajah.

Mudah-mudahan ini bermanfaat buat kita semua, Amin….

Selasa, 10 November 2009

Sehat dan Sakitnya Bahasa

Oleh: Sutarto (09709251030)

Bahasa adalah suatu sistem yang dihasilkan oleh alat ucap manusia dan dipakai oleh masyarakat untuk komunikasi, kerja sama dan identifikasi diri. Bahasa lisan merupakan bahasa primer, sedangkan bahasa tulisan adalah bahasa sekunder.
Sehat dan sakit merupakan keadaan yang menyatu dengan kehidupan manusia dan alam. Keadaan sehat dan sakit tersebut terus terjadi, dan manusia akan memerankan sebagai orang yang sehat atau sakit, akan tetapi bukan manusia saja yang bisa merasakan sehat dan sakit tetapi Bahasa juga bisa sehat dan sakit.

Konsep sehat dan sakit merupakan bahasa sehari-hari, terjadi sepanjang sejarah manusia, dan dikenal di semua lingkungan. Meskipun demikian untuk menentukan batasan-batasan secara eksak tidaklah mudah. Kesamaan atau kesepakatan pemahaman tentang sehat dan sakit secara universal adalah sangat sulit dicapai.
Sehat merupakan konsep yang tidak mudah diartikan sekalipun dapat kita rasakan dan diamati keadaannya. Misalnya, pada manusia, orang tidak memiliki keluhankeluahan fisik dipandang sebagai orang yang sehat. Sebagian masyarakat juga beranggapan bahwa orang yang “gemuk” adalah orang yang sehat, dan sebagainya. Jadi faktor subyektifitas dan kultural juga mempengaruhi pemahaman dan pengertian orang terhadap konsep sehat. Bukan saja pada manusia, pada Bahasa pun ikut merasakan sehat dan sakitnya, bahasa dikatakan sehat apabila bahasa itu digunakan sebagai sarana komunikasi atau interaksi antara dua orang atau lebih agar saling memahami satu sama lain dan juga hakekat dari bahasa atau komunikasi bisa tersampaikan. Bahasa dikatakan sakit apabila bahasa digunakan sebagai sarana komunikasi antara dua orang atau lebih akan tetapi dalam interaksinya tidak bisa saling memahami sebagai contoh Orang Jawa menggunakan bahasa Jawa dan Orang Bima menggunakan bahasa Mbojo (suku bima NTB) dalam komunikasi ini bahasa dikatakan sakit karena bahasa yang digunakan tidak saling dimengerti dan dipahami satu sama lain.

Sebagai satu acuan untuk memahami konsep “sehat”, World Health Organization (WHO) merumuskan dalam cakupan yang sangat luas, yaitu “keadaan yang sempurnan baik fisik, mental maupun sosial, tidak hanya terbebas dari penyakit atau kelemahan/cacat”. Dalam definisi ini, sehat bukan sekedar terbebas dari penyakit atau cacat. Orang yang tidak berpenyakit pun tentunya belum tentu dikatakan sehat. Begitu pun dengan bahasa. Bahasa juga dikatakan sehat apabila dalam berkomunikasi bahasa yang digunakan bisa saling dipahami. Akan tetapi walupun bisa saling dipahami belum tentu bahasa yang digunakan sehat. Misalnya menggunakan bahasa yang jorok-jorok untuk menyindir teman dansebagainya

Elegi Pemberontakan Para Normatif

Oleh : Sutarto (Nim 09709251030)

Normatif
Siapakah diriku?
Normatif Agama
Dirimu adalah aku yang merupakan peraturan hidup yang harus diterima manusia sebagai perintah-perintah, larangan-larangan dan ajaran-ajaran yang bersumber dari Tuhan Yang Maha Esa. Pelanggaran terhadap aku akan mendapat hukuman dari Tuhan Yang Maha Esa berupa “siksa” kelak di akhirat. Misalnya dilarang membunuh, dilarang mencuri, dilarang menipu, harus patuh pada orang tua, harus beribadah dll
Normatif
Apakah engkau selalu dijalankan dalam kehidupan ini
Normatif Agama
Ada yang menjalankan dan ada pula yang tidak
Normatif
Bentuk Mu yang bagaimana yang tidak dijalankan
Normatif Agama
Banyak yang tidak dijalankan, seperti masih saling membunuh, perang antara warga, mencuri, berjina di luar nikah, orang tua memperkosa anak kandungnya dll.
Normatif
Apa sikap Mu terhadap mereka
Normatif Agama
Aku selau berontak dalam hati mereka, tetapi apa daya diriku tidak mampu melakukan sesuatu yang lebih dari itu, pemberontakan ku tidak berarti apa-apa saat pikiran mereka mampu membuatku tak berdaya.
Normatif
Apa harapan Mu
Normatif Agama
Aku mohon kepada siapapun agar dalam kehidupan ini aku tetap dijalankan
Normatif
Siapakah diriku?
Normatif Kesopanan
Dirimu adalah aku yang timbul dan diadakan oleh masyarakat itu sendiri untuk mengatur pergaulan sehingga masing-masing anggota masyarakat saling hormat menghormati. Akibat dari pelanggaran terhadap norma ini ialah dicela sesamanya, karena sumber norma ini adalah keyakinan masyarakat yang bersangkutan itu sendiri. Hakikat aku adalah kepantasan, kepatutan, atau kebiasaan yang berlaku dalam masyarakat. aku sering disebut sopan santun, tata krama atau adat istiadat.
aku tidak berlaku bagi seluruh masyarakat dunia, melainkan bersifat khusus dan setempat (regional) dan hanya berlaku bagi segolongan masyarakat tertentu saja. Apa yang dianggap sopan bagi segolongan masyarakat, mungkin bagi masyarakat lain tidak demikian. Misalnya berilah tempat terlebih dahulu kepada wanita di dalam kereta api, bus dan lain-lain, terutama wanita yang tua, hamil atau membawa bayi, Jangan makan sambil berbicara Janganlah meludah di lantai atau di sembarang tempat dll.
Normatif
Apakah engkau selalu dijalankan dalam kehidupan ini
Normatif Kesopanan
Ada yang menjalankan dan ada pula yang tidak
Normatif
Bentuk Mu yang bagaimana yang tidak dijalankan
Normatif Kesopanan
Banyak yang tidak dijalankan, seperti masih banyak yang tidak memberikan tempat terlebih dahulu kepada wanita di dalam kereta api, bus dan lain-lain, terutama wanita yang tua, hamil atau membawa bayi, makan sambil berbicara, meludah di lantai atau di sembarang tempat dll
Normatif
Apa sikap Mu terhadap mereka
Normatif Kesopanan
Aku selau berontak dalam hati mereka, tetapi apa daya diriku tidak mampu melakukan sesuatu yang lebih dari itu, pemberontakan ku tidak berarti apa-apa saat pikiran mereka mampu membuatku tak berdaya.
Normatif
Apa harapan Mu
Normatif Kesopanan
Aku mohon kepada siapapun agar dalam kehidupan ini aku tetap dijalankan
Normatif
Siapakah diriku?
Normatif Hukum
Dirimu adalah aku yang merupakan peraturan-peraturan yang timbul dan dibuat oleh lembaga kekuasaan negara. Isinya mengikat setiap orang dan pelaksanaanya dapat dipertahankan dengan segala paksaan oleh alat-alat negara, Aku bisa berupa peraturan perundangundangan, yurisprudensi, kebiasaan, doktrin, dan agama. Keistimewaan Aku terletak pada sifat Ku yang memaksa, sanksi Ku berupa ancaman hukuman. Penataan dan sanksi terhadap pelanggaran peraturan-peraturan Ku bersifat heteronom, artinya dapat dipaksakan oleh kekuasaan dari luar, yaitu kekuasaan negara. Misalnya barang siapa dengan sengaja menghilangkan jiwa/nyawa orang lain, dihukum karena membunuh dengan hukuman setingi-tingginya 15 tahun, Orang yang ingkar janji suatu perikatan yang telah diadakan, dilarang mengganggu ketertiban umum dll.
Normatif
Apakah engkau selalu dijalankan dalam kehidupan ini
Normatif Hukum
Ada yang menjalankan dan ada pula yang tidak
Normatif
Bentuk Mu yang bagaimana yang tidak dijalankan
Normatif Hukum
Banyak yang tidak dijalankan, seperti pembunuhan, korupsi, jual beli kasus dll contohnya kasus pembunuhan Nasarrudin, Kasus Bank Century, kasus rekayasa penahanan pimpinan KPK Bibit-Candra, kasusnya ibu yang mengambil 3 biji kakao, bapak yang mengambil semangka dan banyak lagi kasus-kasus lain
Normatif
Apa sikap Mu terhadap mereka
Normatif Hukum
Aku selau berontak dalam hati mereka, tetapi apa daya diriku tidak mampu melakukan sesuatu yang lebih dari itu, pemberontakan ku tidak berarti apa-apa saat pikiran mereka mampu membuatku tak berdaya.
Normatif
Apa harapan Mu
Normatif Hukum
Aku mohon kepada siapapun agar dalam kehidupan ini aku tetap dijalankan
Normatif
Aku mohon kepada siapapun Agar dalam kehidupan aku tetap dijalankan
Hati dan Pikiran
Sebagai mahluk Individu sekaligus mahluk sosial yang hidup bermasyarakat berbangsa dan bernegara, mudah-mudahan kita semua menjalankan norma-norma yang berlaku untuk mendapat kebahagian hidup dunia dan akhirat. Amin